logo
logo

Batubara, (LADANG BERITA) 
MS (31) warga Desa Pematang Panjang, Kec Air Putih Batubara yang diduga sang eksekutor pembunuhan D Sitorus (41) warga Kampung Kelapa, Kec Air Putih pada Senin (3/2/2020) lalu, terancam pidana mati atau hukuman seumur hidup.

Selain MS, tiga tersangka lain yang ikut andil untuk menghabisi nyawa korban terancam hukuman 12 tahun penjara. Ketiganya masing-masing adalah GG, JG dan PPS.

Kasus pembunuhan secara bersama-sama ini bermula saat tersangka dan korban minum tuak di Dusun Glembis, Desa Suka Raja,Kec  Air Putih.

Saat minum tuak MS mengaku wajahnya disiram tuak oleh korban D Sitorus. Tidak sebaras itu, korban juga  mengeluarkan obeng dari kantongnya lalu mengarahkan obeng tersebut ke wajah MS yang disertai kata-kata ancaman.

Tidak terima atas perlakuan itu MS berniat hendak menghabisi korban. Tak tahu bagaimana, MS sontak bergegas meninggalkan pakter tuak. Rupanya ia pulang kerumah mengambil sebilah pisau geragat (pisau deres) yang selanjutnya menghubungi rekan-rekannya.

Tak lama kemudian MS tiba di tangkahan pasir dimana korban bekerja sebagai pengawas ditangkahan tersebut. Selanjutnya GG dan rekannya tiba menyusul.

Di kantin milik istri korban di Dusun Cinta Maju, Desa Pematang Panjang, Kec Air Putih distulah terjadi perkelahian antara MS dengan korban yang selanjutnya ketiga tersangka lain ikut melakukan pengeroyokan.

Saat korban jatuh telungkup disitulah dimanfaatkan MS menduduki punggung serta menjambak rambut korban  dengan tangan kirinya.
Sesaat itu pula tersangka MS "menyembelih" (menggorok) leher korban menggunakan pisau deres yang dibawanya dari rumah hingga dua kali.

Usai menggorok korban MS langsung membuang pisau ke dalam sungai lalu  menuju Polsek Indrapura guna menyerahkan diri.

Kapolres Batubara AKBP H Ikhwan Lubis, SH.MH didampingi Kapolsek Indrapura AKP Mitha Natasya, S.Ik, Kasat Reskrim AKP Pandu Winata, SH.S.Ik.MH dan para Kanit dalam pers reliese, Senin (10/2/2020) di Mapolres Batubara mengatakan, kasus pembunuhan terhadap Sitorus melibatkan empat tersangka.

Para tersangka melanggar pasal 340 subs 338 lebih subs pasal 170 ayat 2 ke 3c jo pasal 55 ayat 1 dari KUHPidana.

MS selaku tersangka utama yang menggorok leher korban diancam  pidana mati atau ancaman seumur hidup.

Sementara tersangka GG yang berperan menghasut tersangka utama, JG (22) yang memicu terjadinya perkelahian dan PPS yang ikut dalam tindak pidana pembunuhan tersebut masing-masing terancam pidana 12 tahun penjara.

Berbeda dengan kasus pembunuhan janda di sebuah warung, di pinggir Jalinsum Desa Petatal, Kec Datuk Tanah Datar, Kab Batubara lebih sebulan lalu.

Dalam kasus pembunuhan D Sitorus pihak Polres Batubara dapat mengungkapnya dalam waktu yang tidak terlalu lama meski diantara tersangka sempat melarikan diri.

Dengan kesadaran sendiri tersangka yang sempat kabur akhirnya  menyerahkan diri karena menganggap bila dirinya terus menghilang maka persoalan yang menjeratnya tidak akan cleir. (od)

Top