logo
logo
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kiai Said Aqil Siroj, Senin (16/11/2020) LDNU

LDberita.id - Melalui Kementerian Badan Usaha Milik Megara (BUMN) untuk Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir bersama Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto, menyerahkan secara  simbolis bantuan Covid-19 dari PT Indofarma, berupa mobil Diagnostic Real Time PCR kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Kiai Said Aqil Siroj, Senin (16/11/2020).

Penyerahan bantuan yang berlangsung di kantor pusat PBNU tersebut dihadiri oleh jajaran pengurus PBNU dan pejabat BUMN. Dalam acara tersebut, Kiai Aqil Siroj menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dari BUMN memberikan bantuan mobil Diagnostic Real Time PCR kepada PBNU. Mobil Diagnostic Real Time PCR.

“Terima kasih ini mobil ambulance, PCR ini, terima kasih, jazakallah khairan. Ini baru satu dulu nanti aja lagi, karena ada 200 ribu titik satgas covid19. Alhasil bisa kita syukuri, kita banggakan, karena mendapatkan mobil PCR sangatlah layak sekali,” kata Kiai Said disusul tawa para hadirin.

Pada kesempatan memberikan sambutan, Kiai Said menjelaskan bahwa Covid-19 sudah merupakan desain azali dari Allah, yang mengharuskan semua manusia tetap siap beribadah, siap menyikapi, tidak boleh putus asa, tenang dan tidak boleh sembarangan.

“Kita tetap bersikap dewasa tenang, tapi mari kita upaya mengatasi itu dengan langkah yang sesuai dengan ilmu pengetahuan, sesuai dengan aturan, sesuai dengan kebenaran ilmiah, tidak boleh dengan personal,” jelasnya.

Lebih lanjut, doktor jebolan Universitas Ummul Quro Makkah Arab Saudi ini berpesan agar semua masyarakat lebih peduli dan memperkuat mental seperti yang dikatakan oleh presiden.

"katanya Pak Jokowi dulu, revolusi mental. Ini lagi diuji nih, betul-betul kita sudah bermental belum. Jadi mental yang tangguh yang kokoh yang tegar tidak menyerah dengan apapun, tapi dengan sikap yang dewasa, sikap yang ilmiah yang professional,” ungkap Kiai Said.
Akhlakul Karimah.

Selanjutnya, Kiai Said juga menjelaskan sedikit hal mengenai akhlak. Menurut beliau, jika diringkas dalam satu kata dan satu kalimat, bahasa Arabnya akhlak adalah husnul mu’asyaroh, yaitu membangun kebersamaan yang baik dan membangun sinergitas yang baik.

“Jadi percuma teologi, percuma syariat, percuma jenggot panjang, jidat hitam atau celana cingkrang, kalau tidak fokus pada bagaimana berupaya membangun kebersamaan sebagai satu keluarga besar dengan hubungan yang baik,” jelasnya.

Kiai Said menyebutkan bahwa semua wajib bersyukur tinggal di Indonesia, karena negaranya sudah aman dari perpecahan. Meskipun ulama atau masyarakat Indonesia tidak begitu cerdas, namun telah berhasil membangun kebersamaan.

“Alhamdulillah. Ya.. walaupun ulamanya lumayan ngimami tahlil, lumayan bikin ngimami salat atau ceramahnya lumayan, dongeng-dongeng, ceramahnya nggak ilmiah banget. Tapi kita sukses membangun kebersamaan,” terang kiai asal Kempek Cirebon Jawa Barat ini.

“Nah di sini, di kesempatan ini, Kita buktikan bahwa dengan pandemi ini, kita semakin kokoh, semakin solid, semakin sinergi satu sama lain. Jangan sampai mudah terprovokasi oleh pihak tertentu. Mari kita perkuat ukhuwah wathoniyah dan kita tunjukkan dengan seperti kita menangani Covid-19 ini,” tambahnya.

Sebagai penutup, Kiai Said menyampaikan dua hal penting, yaitu pertama, bahwa di NU, perbedaan suku, perbedaan agama sudah selesai dan betul-betul punya semangat wathoniyah. Kedua, semua kader NU sudah siap untuk menerima amanah menerima tugas dalam membangun bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, menteri BUMN, Erick Thohir juga ikut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PBNU.

“Dan dengan segala kerendahan hati saya berterima kasih atas keterbukaan tangan NU kepada kami dan insya Allah kami siap menerima masukan atau kekurangan dalam pengelolaan aset daripada negara yang memang harus diutamakan untuk kepentingan rakyat,” jelas Erick.

Lebih lanjut, beliau juga menyampaikan informasi terkait vaksin Covid-19 di Indonesia. Menurut beliau, vaksin itu akan ada dua tipe, yaitu bantuan pemerintah dan vaksin mandiri. Nantinya, vaksin akan datang bertahap, sehingga masyarakat diharapkan bersabar.

"Dalam tahap pesannya pasti ada istilah kenapa saya sudah ya, kenapa Istri saya belum. Kenapa mereka sudah, saya belum. Pasti ada isu itu yang akhirnya tadi, Saya sampaikan ya semua itu perlu kesabaran dan insya Allah pasti bisa hadir,” jelasnya.

Karenanya, pemerintah bertekad akan membuat vaksin mandiri yang di produksi oleh Biofarma kimia dengan jumlah 2 milyar pertahun. “Ini tidak mungkin tidak, kita harus dilakukan, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan banyak orang pintar,” ujarnya.

Ia optimis sebagai bangsa yang besar, tentu mampu untuk mandiri dan tidak tergantung dengan negara lain. Berbagai sisitem sudah dipersiapkan untuk yang terbaik bagi masyarakat Indonesia. “Sistim ini terbuka untuk siapa saja, termasuk NU agar mau menyaksikan sistim yang kami produksi nantinya,” pungkasnya. (***)

Top