logo
logo

LDberita.id - Puluhan massa yang mengatasnamakan (GMPK), Gerakan Mahasiswa Pemerhati Keadilan Sumatera utara mendatangi kantor Kapolda Sumatera utara yang kesekian kalinya,"
Puluhan massa tersebut mempertanyakan terkait  penanganan terhadap beberapa kasus dugaan Syarat bermasalah pada kampus UIN Sumut, Jumat (14/8/2020).

Dalam orasinya yang di bacakan Alihot meminta kepada penegak hukum dalam hal ini Kapolda Sumut untuk menelusuri beberapa point dari tuntutan kami.
1.Dugaan Korupsi pada pembangunan Gedung Kuliah UIN Sumatera utara TA.2018 yang terletak di UIN Sumatera Utara kampus II yang mana pembangunan tersebut bernilai HPS  
Rp.45.766.730.079,
miliyar, diduga mangkrak tidak selesai100%, diduga di kerjakan oleh PT.Multi Karya Bisnis Perkasa.

2.Proyek biaya tamu pada tahun 2017 untuk anggaran biaya tamu Rektor UIN Sumut Sebesar Rp, 1,7 Miliyar. Yang mana diduga tidak jelas realisasinya dalam hal penggunaan anggaran teesebut.
3.Proyek biaya tamu sedangkan pada tahun 2018 untuk anggaran biaya tamu Rektor UIN Sumut sebesar Rp.1,8 Miliyar diduga tidak jelas realisasinya.
4.Dugaan pengangkatan pengawas bidang keuangan di UIN Sumatera utara yang tidak sesuai aturan dan tidak memenuhi syarat sebagai tenaga ahli dibidang keuangan.
5.Dugaan Pengangkatan Pegawai BLU yang tidak sesuai prosedur yang berlaku.

Dalam aksi damai tersebut massa meminta kepada Polda Sumut
untuk segera mengumumkan status Hukum atas dugaan mangkraknya bangunan gedung kuliah yang berada dikampus UIN Sumut, dan mendesak Kapolda Sumut untuk mengusut tuntas dugaan KKN dikampus UIN Sumut secara
terang dan terbuka.

Medesak pihak BPKP Sumatera utara untuk membuka kerugian negara serta melakukan perhitungan ulang,"Yang diduga telah terjadi tindak pidana korupsi di UINSU."Kami juga mendesak pihak Polda Sumut dan BPKP Sumut untuk melakukan audit dan meninjau kembali atas pengangkatan pegawai BLU di UIN Sumut serta memeriksa kepala kepegawaian terkait penerimaan Pegawai BLU TA.2019,
diduga bermasalah dari hasil investigasi kami bahwa proses pengangkatan tersebut tidak terbuka secara umum dan terkesan terselubung diduga kuat terjadi nepotisme dengan memasukkan orang- orang dekat petinggi dikampus te4sebut pada Penerimaan BLU.

Mengharapkn kepada Polda Sumut untuk meninjau pengangkatan pengawas keuangan UIN Sumut, karena hasil investigasi kami bahwa pengangkatan tersebut di duga Kuat tidak melalui proses ujikompetensi, dan tidak memiliki sertifikat lulus uji kompetensi di bidang terkait.

Sebelum nya massa aksi yang dikoordinatori aksi oleh Alihot Sinaga tersebut melakukan unjukrasa di depan kantor BPKP sumut," Jalan Gatot Subroto medan, massa aksi tersebut diterima oleh perwakilan BPKP Sumut Sukroni bagian Investigasi 1."Sukroni mengatakan pemeriksaan keuangan terkait gedung UIN Sumut masih dalam tahap proses kata Sukroni ia juga mengatakan paling lama akhir agustus ini akan menyerahkan hasil audit nya," Karena masih menunggu tahap penyidikan dari Polda Sumatera utara." ucapnya. (od)

Top