logo
logo
Artha Berliana Samosir kepada wartawan, Kamis (6/5) di DPRD Sumut seusai melakukan pengecekan ke sejumlah RS di Medan

LDberita.id - Anggota DPRD Sumut Artha Berliana Samosir membantah keras hasil rapat kordinasi penanganan Covid-19 antara  sejumlah manajemen  RS di Sumut dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang menyatakan telah terjadinya pembludakan pasien Covid-19 di sejumlah RS (Rumah Sakit) di Medan, sehingga manajemen rumah sakit rujukan virus corona ini  kewalahan menanganinya serta kehabisan tempat tidur.

Tidak benar seluruh RS di Medan sudah penuh pasien Covid-19 dan kehabisan tempat tidur. Kita sudah cek sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19, seperti RS Bunda Thamrin maupun RS Murni Teguh, masih banyak tempat tidur yang kosong," ujar Artha Berliana Samosir kepada wartawan, Kamis (6/5) di DPRD Sumut seusai melakukan pengecekan ke sejumlah RS di Medan.

Dari penjelasan  manajemen sejumlah RS di Medan kepada lembaga legislatif, ujar politisi PDI Perjuangan Sumut itu, memang ada penambahan pasien Covid-19 masuk RS, tapi jumlahnya tidak signifikan atau hanya satu atau  maksimal dua orang setiap harinya. Tapi bukan berarti seluruh RS rujukan  penuh  dan kehabisan tempat tidur.

Penegasan itu disampaikan Artha Berliana menanggapi hasil rapat kordinasi penanganan Covid-19 dengan sejumlah manajemen  RS di Sumut dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Selasa (4/5) di Aula Tengku Rizal Nurdin, yang menyimpulkan pasien Covid-19 di Sumut mengalami peningkatan signifikan hingga rumah sakit menjadi kewalahan.

Bahkan dalam rapat kordinasi tersebut dijelaskan, saat ini hampir seluruh rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Medan kehabisan tempat tidur, karena  pasien virus corona terus membludak.

"Setelah kita cek ke lapangan, ternyata tidak benar, sehingga kita mendesak Gubernur Sumut mengumumkan ke publik, tidak ada lonjakan pasien Covid-19 secara besar-besaran,  guna menghindari keresahan dan ketakutan masyarakat, setelah tereksposnya   sejumlah rumah sakit penuh dan kehabisan tempat tidur bagi pasien Covid-19," ujar Artha Berliana.

Srikandi PDI Perjuangan ini tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas beredarnya informasi yang menimbulkan kekuatiran dan kecemasan di tengah-tengah masyarakat tersebut, sehingga perlu segera diluruskan oleh Gubernur, agar masyarakat menjadi tenang dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

"Kita tidak tau apa tujuan "diseram-seramkannya pasien Covid-19 ini, sehingga menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat," tandas anggota dewan Dapil Medan ini sembari meminta kepada Satgas Covid-19 Sumut tetap mengimbau masyarakat agar mematuhi Prokes (Protokol Kesehatan), guna menghindari terus bertambahnya angka tertular virus corona." pungkasnya. (Js)

Top