logo
logo

Medan - (LDberita) Penetapan Presiden Alumni Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Tuan Guru Batak (TGB) Dr. Syekh Ahmad Sabban Rajagukguk secara aklamasi periode 2020-2024 mendapat penolakan dari alumni.
Penetapan TGB sebagai Presiden Alumni UINSU berdasarkan Surat Keputusan (SK) yang ditandatangani Rektor UINSU Prof. Dr. Saidurrahman MAg Nomor 167 Tahun 2020 tanggal 9 Juni 2020. "Joni Ritonga, salah seorang dari alumni tidak sepakat dengan penetapan TGB Ahmad Sabban Rajagukguk sebagai Presiden Alumni UINSU.
"Kapan pemilihan dilakukan, kenapa tidak diumumkan secara terbuka rencana pemilihan presiden alumni tersebut kepada semua alumni, kita menolaknya," tegas Joni, Rabu (10/6/2020).

Secara pribadi, kata Joni, TGB Ahmad Sabban Rajagukguk lebih cocok menjadi penasehat Rektor UINSU Prof. Dr. Saidurrahman MAg. Dan yang lebih pantas menjadi Presiden Alumni UINSU adalah Dr. Iwan Nasution, SHI, MHI.

"TGB lebih cocok jadi penasehat rektor, dan yang lebih pantas jadi Presiden Alumni UINSU itu, ya Iwan Nasution. Posisi Iwan sebagai alumni lebih dekat dengan rektor. Iwan kan asprinya (asisten pribadi) rektor," kata Joni. 
"Sebaiknya Rektor UINSU Prof. Dr. Saidurrahman MAg membuat lagi SK untuk pengangkatan TBG sebagai penasehat UINSU plus dirinya pribadi," sambung Joni.
Mantan Ketua PC PMII Kota Medan ini menegaskan, Rektor UINSU Prof. Dr. Saidurrahman MAg jangan menjadikan lembaga pendidikan sebagai tempat dia bereksperimen dalam berpolitik. "Saidurrahman seharusnya tahu dirilah, dia itu pimpinan kampus, bukan pimpinan parpol atau ormas. Jika mau berpolitik, lepaskanlah jabatan rektor itu, jangan mahasiswa pula yang tersandra dengan politik praktis tersebut," tegas Joni Ritonga. (od/drb)

Top