logo
logo

Batubara, (LADANG BERITA) 
Nasib salah seorang Cakades Desa Lubuk Hulu, Kec Datuk Lima Puluh, Kab  Batubara berinisial SN kini tinggal menunggu hasil laboratorium forensik (labfor) Poldasu.

Polsek Lima Puluh, Polres Batubara kini intens menanganinya. Polsek Lima Puluh pimpinan AKP Jhoni Andreas Siregar, SH itu telah menyita ijazah milik SN yang diduga palsu dan meminta 4 ijazah dari sekolah sama sebagai pembanding.

Ijazah milik SN dan 4 ijazah pembanding tersebut telah dibawa ke bagian Laboratorium Forensik Poldasu guna pengecekan keabsahannya.

Demikian diungkapkan Kapolsek Lima Puluh AKP Jhonny Andries, SH melalui Kanit Reskrim Ipda Jimmy Rianto Sitorus, SH kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (03/12/2019) siang.

Dikatakan Sitorus pihaknya sedang menunggu hasil Lab Forensik yang diperkirakan akan turun minggu ini.

Menjawab wartawan, Sitorus mengaku Polsek Lima Puluh telah memeriksa 9 saksi termasuk mantan Wali Kelas VI SDN 010192 Tanah Hitam Hulu tahun 1977.

Demikian pula SN yang diduga menggunakan ijazah SD palsu telah diperiksa sebagai saksi selama sekitar empat jam.

"Kita belum dapat menetapkan tersangka dalam kasus ini karena belum terbitnya hasil penelitian keabsahan ijazah SB dari Lab Forensik Poldasu", ujar Sitorus.

Kasus tersebut mencuat kepermukaan setelah 125 warga Desa Lubuk Hulu menandatangani petisi. Isi petisi tersebut meminta kepolisian mengusut tuntas dugaan ijazah palsu SB.

Dikatakan Sitorus pihaknya baru dapat menangani dugaan ijazah palsu tersebut setelah digunakan oleh yang bersangkutan.

"Ditambah lagi laporan masyarakat yang meminta kepolisian mengusut penggunaan dugaan ijazah palsu oleh SB pada Pilkades Desa Lubuk Hulu", timpal Sitorus.

Kepada wartawan Sitorus menjelaskan setelah nanti hasil Lab Forensik turun barulah dapat ditetapkan tersangkanya.

Sedangkan kepada pihak yang menggunakan ijazah palsu dikatakan Sitorus akan dikenakan Pasal 263 KUHP dengan ancaman pidana 6 tahun.

Sementara, sejumlah warga yang ikut menandatangani petisi terkait dugaan ijazah palsu mengapresiasi gerak cepat Polsek Lima Puluh yang menindaklanjuti petisi mereka.

Mereka berharap kepolisian secepatnya mengungkap kasus ini dan menyeret pelakunya ke penjara demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berwibawa. (red/od)

Top